,

BERBAGAI CARA MENGENDALIKAN PEMICU BAU MULUT SECARA ALAMI

oleh -118 views
BERBAGAI CARA MENGENDALIKAN PEMICU BAU MULUT SECARA ALAMI ,CARA ALAMI MENGATASI BAU MULUT- Secara alami - Begini caranya,cara menghilangkan bau mulut dengan bahan alami, cara menghilangkan bau mulut dengan cepat, cara menghilangkan bau mulut untuk selamanya, cara menghilangkan bau mulut permanen, cara menghilangkan bau mulut permanen alami, cara menghilangkan bau mulut dengan daun sirih, cara mengatasi bau mulut kronis, obat bau mulut di apotik,
BAU MULUT - JIGONG BAU

CARA ALAMI MENGATASI BAU MULUT

Bau mulut ! , Napas tak sedap amat tidak disukai oleh siapapun  juga, bahkan hanya makanan berbau saja yang menjadi pemicu, karena banyak juga yang lainnya. Untuk mengatasinya, bisa secara tradisional maupun modern.

Meski berpenampilan cantik atau ganteng , bila saat berbicara menyeruak keluar bau tak sedap dari mulutnya,

pasti akan mengganggu suasana pertemuan. Lawan bicara tak akan betah berlama-lama dihadapannya. Keayuan atau kegagahan penampilan yang mestinya menjadi daya tarik yang kuat bagi sang teman berbincang, akan pupus terhapus oleh bau yang keluar dari mulut bersama hembusan napasnya. Sungguh merugikan bagi kelancaran pergaulan.

Napas tak sedap sudah dikenal sejak lama oleh berbagai bangsa didunia.Penyebab utama maupun cara mengatasinya, sudah pula diketahui. Ada yang sudah dijabarkan secara medis kedokteran dan yang tak sedikit pula yag masih bersifat emperik tradisional. Pengendalian huan turun-temurun tentang peyebab bau dan cara meredamnya, ada pula yang sudah dibukukan dan disimpan sebagai pusaka dan warisan dari leluhur.

Bau mulut selain disebabkan oleh makanan tertentu, kondisi tubuh sudah sangat besar andilnya.

Bila ada gigi yang berlubang apalagi kalau infeksi, pasti bau napasnya menjadi tak sedap. Demikian pula bila sariawan, baik pada gusi maupun usus, akan menimbulkan bau tak sedap. Dalam istilah pengobatan tradisional, ada juga yang disebut panas dalam yang salah satu tanda pengenalnya juga napas dan mulutnya berbau tak sedap.

Sisa makanan yang menempel pada sela-sela gigi, selain akan merusak ketahanan gigi karena pegaruh mikroba pengurai, juga akan menjadi sumber bagi timbulnya bau tak sedap. Selain itu, ketika sedang berpuasa, napas pun ucap menimbulkan bau. Meski  menurut ajaran agama aroma napas orang yang sedang berpuasa itu di alam akhirat nanti baunya akan seperti minyak kasturi, namun sebaiknya tetap tetap diperhatikan. Karena, bau tak sedap yang menyeruak dari mulut, siapa yang suka.

MENGENDALIKAN PEMICU BAU

Mikroba yang bercokol dalam mulut akan  aktif bila kondisi mulut dalam keadaan asam. Karena itu, untuk menghambat kerja bakteri tersebut, kondisi mulut harus dibuat agak alkalis, yakni antara lain  dengan menggunakan pasta gigi. Pasta gigi mengandung  bahan-bahan yang dapat menjadikan suasana daerah mulut agak alkalis. Terkadang, dikombinasi juga bahan  dengan bahan pemati mikroba mulut plus zat penyegar.

Masyarakat zaman dulu, menjaga kesehatan gigi-geligi dan mulutnya dengan banyak cara.

Untuk menggosok gigi, digunakan bubuk batu bata atau tanah merah,yang digosokkan memakai sabut kelapa. Cara seperti itu dapat merusak seperti email gigi, tapi bakteri yang bercokol didalam mulut akan terbawa (terabsorpsi) oleh serbuk semacam itu.

Untuk membersihkan gigi,

ada juga yang suka menggunakan daun alang-alang selain berperan sebagai ‘sikat gigi’, juga sekaligus mengandung zat khusus yang bersifat antiseptik. Dengan demikian, jumlah bakteri mulut pun akan mampu dikurangi.

Lantas bagaimana bila bau mulut itu diakibatkan karenna mengkonsumsi makanan tertentu  seperti petai atau jengkol?

Sebagai masyarakat yakin, bahwa ‘aroma’ lalap berbau namun banyak penggemarnya itu, dapat dilakukan atau dikurangi pancaran baunya dengan cara sederhana. Misalnya, ada yang suka mengunyah segenggam beras sesaat setelah makan petai atau jengkol.

Untuk menghilangkan bau mulut setelah makan petai,

ada yang menganjurkan agar mengunyah makanan yang banyak serat. Maksudnya, agar bau tersebut disrap oleh serat. Serat makanan antara lain banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan. Jadi, disarankan makan banyak buah atau sayuran dan dikunyah lumat-lumat untuk menahan si bau penyeruak dari mulut. Ada juga yang menganjurkan mengemut gula jawa kira-kira seukuran ibu jari. Tapi yang unik lagi, konon permen karet merek tertentupun mampu meredam bau mulut setelah mengkonsumsi petai.

Lalu, bagaimana kalau bau mulut itu muncul begitu saja, meski tidak mengkonsumsi makanan yang dapat menimbulkan bau? Kalau kasusnya seperti itu, besar kemungkinan yang menyebabkan bau tak sedap berasal dari kondisi tubuh sendiri. Hal yang paling penting untuk diamati, tentu kesehatan seputar mulut. Apakah sedang didera sariawan, ada gigi yang berluang, atau terkena gangguan pencernaan akibat panas dalam? Kesemua ketidak beresam alat pencernaan itu dapat menimbulkan bau mulut. Dengan demikian, cara untuk mengatasinya, yang paling utama harus diketahui penyebabnya dulu agar langkah selanjutnya dalam melakukan pengobatan menjadi lebih jelas.

MEMAKAI KETUMBUHAN

Alam, ternyata menyediakan begitu banyak tumbuhan yang bermanfaat untuk berbagai keperluan. Untuk mengusir bau tak sedap dari mulut, juga dapat dilakukan dengan  menggunakan bahan-bahan dari tumbuhan. Mungkin cukup dikunyah begitu saja, dimamah, dimakan sebagai lalap segar, diminum air rebusannya, atau menjadi bahan untuk berkumur.

Lalap daun kemangi, daun randa midang, daun sambung nyawa, daun jambu mete yang dikombinasi dengan pepaya,

antara lain konon dapat ikut meredam bau mulut. Menurut pengalaman banyak orang, ternyata tidak hanya itu saja. Bila mengkonsumsi daun daun tersebut sebai lalap segar, sekaligus dapat terpancar bau wangi yang umumya disukai.

Dalam suatu hikayat pengobatan kuno ada disebutkan,

air rebusan daun sirih antara lain dapat digunakan untuk menghilangkan bau mulut yang tidak sedap. Terkadang, rebusa air daun sirih itu juga dicampur dengan daun saga. Ada juga yag suka mencampur ramuan peredam bau mulut dari daun sirih, cengkeh, akar kayumanis atau kayu legi, dan pinang.

Daun sirih dan cengkeh bersifat sebagai antiseptik dan pengharum organ mulut,

akar kayu manis, kayu legi atau daun saga yang mengandung glisirhzin dapat mencegah sariawan dan radang tenggorokan, sedangkan daun pinangberperan sebagai astrigensia yang dalam hal ini sekaligus memberi sifat rasa segar pada mulut.

Keampuhan dan manfaat daun sirih untuk pengobatan,

sudah banyak dibahas dalam berbagai kepustakaan. Tidak hanya bersifat tradisional turun-menurun warisan nenek moyang semata, karena banyak juga yang telah diujicoba. Bahkan, dipasaran ada obat kumur penyegar napas atau mulut yang antara lain mengandung daun sirih.

Obat kumur semacam itu tidak berbahaya bila tertelan, karena memang dapat dimium.

Biasanya, digunakan tiga atau empat kali sehari untuk diminum dan berkumur. Dengan dua cara  pemakaian semacam itu, maka bau yang hendak menyeruak dari mulut dapat ditekan secara berbarengan. Dari dalam alat cerna, sekaligus dironggo mulutnya. Kuman-kuman pegurai sisa makanan pada mulut pun ikut terjaga.

Selain obat peredam bau mulut yang memakai bahan nabati sebagai zat aktifnya. Ada juga yang memakai bahan-bahan kimiawi atau sintetis. Bahan seperti inipun cukup aman, karena sebelum diedarkan telah melalui serangkaian penelitian.

Baik obat peredam bau mulut yang memakai bahan nabati maupun kimiawi, akan sangat berguna untuk menjaga kesegaran mulut selama menjalankan ibadah puasa. Berkumur ataupun meggosok gigi sewaktu berpuasa tidak membuat batal puasanya kalau tidak tertelan. Meski menurut sebagian ulama berkumur sewaktu berpuasa itu tergolong perbuatan makruh, tapi boleh jadi akan lebih makruh lagi bila teman berbincang terganggu dengan bau mulut yang tidak sedap.Xjodo.com

BACA JUGA :