,

PUASA TAPI TAMBAH GEMUK ? Begini Tips Menurunkan Berat Badan saat Puasa

oleh -36 views
PUASA TAPI TAMBAH GEMUK Tips menurunkan berat badan saat puasa,puasa ramadhan, rukun puasa, pengertian puasa, makalah puasa, arti puasa, materi puasa, macam puasa, puasa dalam islam,
PUASA TAPI TAMBAH GEMUK

Puasa tapi tambah gemuk

Kerinduan umat islam akan datagnya bulan Ramadhan,  telah tiba. Bulan suci, bulan yang penuh berkah, bulan dimana umat islam diwajibkan berpuasa dan bulan dimana segala amalan yang dilakukan berlipat ganda nilainnya dibandingkan bulan-bulan lainnya. Selain itu pada bulan ini pula ada suatu hari yang nilainya lebih dari 1000 bulan. Wow betapa indahnya memasuki bulan yang satu ini, kita dapat meraup pahala sebesar-besarnya.

Puasa,

merupakan suatu ibadah dimana kita harus dapat menahan diri dari makan dan minum serta segala hal yang dapat membatalkan puasa. Hal ini bukanlah suatu yang berat. Apalagi bila diniatkan semata-mata untuk beribadah kepada Allah Swt. Sebaliknya ibadah yang satu ini mempunyai kenikmatan tersendiri, saat berbuka  bersama, tarawih bersama, sahur bersama dan masih banyak lagi ciri-ciri khas lainnya.

Ngomong-ngomong soal puasa,

ternyata bagi sebagian orang tidak hanya sebagai  suatu kewajiban dan untuk menggapai pahala yang setinggi-tingginya.  Ada sisi lain yang dapat diambil manfaatnya dari ibadah yang satu ini. Biasanya bagi mereka yang mempunyai masalah kegemukan atau merasa  berat badanya berlebih, puasa dapat dijadikan sebagai ajang untuk berdiet, namun apa benar puasa bisa megurangi berat badan? Atau sebaliknya, seperti yang banyak dikeluhkan dimana setelah berpuasa  bobot tubuh semakin bertambah? Lalu mana yang benar? Oleh karena itu masalah ini semakin menarik untuk dikupas.

PUASA DAN BERAT BADAN

Yuni, seorang mahasiswi tingkat 2 pada perguruan Tinggi Negeri disebuah kota hujan,  mempunyai niat atau harapan tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa kali ini katanya, “puasa kali ini saya mentargetkan berat badan saya dapat turun sekitar 3-4 kg saja,” ujarnya pada rekan kostnya. Tetapi ungkapan itu menjadi bahan tertawaan  Dewi, teman satu kamarnya yang mempunyai postur tubuh sedikit menyamping alias gemuk.” Kita lihat saja nanti, pokoknya saya wanti-wanti kamu untuk siap-siap kecewa, yang sudah-sudah sich banyak orang termasuk saya yang bertambah berat saat puasa,” respon Dewi pada yuni.

Banyak orang yang beranggapan bahwa puasa dapat mengurangi berat badan.

Kesimpulan itu diambil karena pada siang hari yang biasanya kita bisa makan apa saja, pada saat berpuasa kita harus dapat menahannya. Namu pada kenyataanya tidak jarang orang mendapatkan tubuhnya semakin bertambah saat berpuasa. Apa pasalnya?

Sebenarnya saat  berpuasa kita hanya mengurangi atau memindahkan waktu makan saja.

Biasanya makan 3 kali sehari (pagi siang dan malam) menjadi dua kali, yaitu sahur dan berbuka. Oleh karea itu dibilang hampir sama saja bagi yang berpuasa ataupun tidak. Artinya, tidak akan mempengaruhi berat badan secara drastis. Karena pada siang hari saat tubuh tidak diberi asupan makanan, tubuh secara otomatis menggunakan cadangan energi yang disimpan di dalam tubuh.

Cadangan energi yang berasal dari kelebihan kalori dari konsumsi makanan,

disimpan dalam bentuk glikogen otot, glikogen hati, dan lemak. Dengan demikian, asupan makanan saat berbuka dan sahurpun bila berlebihan akan disimpan sebagai cadangan yang pada siang hari akan digunakan  sebagai sumber energi.

Tubuh akan menggunakan energi pertama kali berasal dari glikogen otot.

Cadangan energi itu dapat  bertahan selama 24-28 jam. Apabila cadangan energi dari glikogen otot telah habis teroksida menjadi sumber tenaga maka glukosa dalam darah akan menurun. Untuk mengatasi hal itu hormon adrenalin akan segera mengubah glikogen  hati menjadi glukosa. Selanjutnya bila glikogen hati telah habis teroksidasi, maka sasaran terakhir adalah cadangan lemak dan protein tubuh. Tetapi karena lama berpuasa hanya 12-14 jam dalam sehari maka cadangan energi dalam glikogen masih dianggap mencukupi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sehingga kebutuhan energi tubuh akan tercukupi dan tidak kekurangan.

Anggapan puasa dapat mnurunkan berat badan memang tidak ada salahnya.

Hal ini dapat terjadi bila seseorang memperhitungka energi saat berbuka dan sahur, serta aktivitas fisik sehari-hari tetap berjalan seperti biasanya. Namun kenyataanya, biasanya sulit mengendalikan makan saat berbuka puasa. Hidangan berpuasa sering kali mendapat perhatian yang berlebih, dengan menyiapkan berbagai jenis makanan. Ada kolak, es buah, cendol, kue-kue, berbagai lauk pauk, dan jumlahnya aduhai banyaknya. Makanan itu umumnya didominasi sumber gula, karbohidrat dan lemak, namun sebaliknya minim sumber vitamin, mineral, dan serat yang banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Hidangan yang beragam tadi memang  tidak ada salahnya.

Makanan yang manis-manis, baik dikonsumsi saat mulai berbuka puasa.

Karena, makanan yang manis seperti kolak dan kurma atau sejenisnya penting untuk menormalkan kembali kadar gula darah tubuh. Namun sering kali, saat mengkonsumsi makanan yang manis, suka lupa daratan sehingga mengkonsumsinya sampai kekenyangan. Akibatnya, makanan yang lainnya sudah tidak mampu lagi ditampung di perut. Padahal makanan besar (nasi dan lauknya) sangat penting sebagai sumber zat gizi yang lengkap. Selain itu selera pada buah-buahan dan sayuran menjadi berkurang atau tidak berminat sama sekali.

Kondisi ini bila berlanjut akan memacu terjadinya peningkatan berat badan yang pesat.

Pola makan dengan makanan yang kaya gula dan lemak itu akan menyebabkan terjadi kelebihan energi yang kelak disimpan sebagai lemak tubuh. Kondisi tadi masih sering diperburuk lagi dengan kebiasaa setelah berbuka langsung tertidur sehingga tidak memberi kesempatan pada tubuh untuk mencernakan makanan dan memanfaatkannya.

Pada sahur pun, tidak jarang makan secara berlebihan karena merasa takut siang hari kelaparan.

Perilaku ini seringkali juga diperburuk lagi dengan kebiasaan tidur setelah makan sahur. Sehingga, semakin menumpuk cadangan lemak tubuh yang pada akhirnya memperbesar resiko kenaikan berat badan.

PERILAKU SEHAT SAAT PUASA

Banyak perilaku tidak sehat yang dilakukan tanpa sadar dan menjadi kebiasaan selama berpuasa. Mulai dari pola makan berlebih saat berbuka, kurangnya konsumsi buah-buahan dan sayuran, aktivitas yang menurun, dsb. Akibatnya tanpa disadari berat badan terus melaju dan timbul rasa kecawa. Hal ini perlu diantisipasi sedini mungkin, pahamilah beberapa perilaku sehat saat brpuasa seperti:

  1. Berbuka tepat waktu dan jangan dilambat-lambatkan. Mulailah dengan makanan yang manis-manis seperti sirup, kurma atau buah-buahan berasa manis lainnya untuk menormalkan kembali kadar gula darah tubuh. Saat mulai berbuka tidak dianjurkan lansung menyantap makanan besar (nasi atau lauk pauknya), karena organ pencernaan masih mengalami penyesuaian setelah seharian tidak diisi. Juga, jangan makan berlebihan karena lambung akan terlalu penuh sehingga tidak ada ruang kosong untuk mencerna dan mengolah makanan.
  2. Makanan secara bertahab, sedikit demi sedikit dan dilakukan beberapa kali. Misalnya pada waktu berbuka diawali dengan makanan selingan, kemudian shalat magrib, baru makan besar. Setelah melakukan shalat isya dan tarawih, tutup dengan makanan selingan atau segelas susu. Makanan selingan itu dianggap sebagai pengganti makanan selingan yang pada hari biasa disantap pada pukul 10.00 atau 16.00.
  3. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya bervariasi dan bergizi serta sesuaikan dengan kebutuhan dan kecukupan gizi tubuh. Maksudnya, dapat mencukupi semua unsur zat gizi namun tidak berlebih-lebihan.
  4. Makananlah buah-buahan dan sayuran sebagai sumber vitamin, mineral dan serat bagi kesehatan.
  5. Minumlah air putih yang cukup untuk menjaga stamina tubuh.
  6. Biasakan makan sahur dengan makanan yang seimbang, terdiri dari sumber karbohidrat (lebih baik karbohidrat kompleks), protein,sayur-sayuran dan buah-buahan. Makan sahur lebih utama saat mendekati waktu imsak tiba.
  7. Perlu juga diingan, aktivitas fisik saat berpuasa jangan dikurangi. Berlakulah seperti hari-hari biasa dan jangan menjadikan puasa sebagai kambing hitam penyebab timbulnya rasa lemah, letih, dan lesu sehingga mengurangi aktivitas fisik.

Tips Menurunkan Berat Badan saat Puasa

  1. Batasi asupan gula, lemak dan karbohidrat berlebihan saat berbuka puasa. Makanan ini biasanya selalu tersedia sebagai makanan dan minuman pembuka .
  2. Perbanyak makan sayuran dan buah buahan yang dapat mempercepat rasa kenyang .
  3. Setelah berbuka dan sahur jangan langsung tidur . Perlu waktu untuk tubuh mencerna makanan.
  4. Olahraga ringan dapat dilakukan sebelum berbuka puasa . Bisa dengan joging atau jalan kaki .
  5. Jangan manjakan diri saat berpuasa . Berlakulah seperti hari hari biasa dan jangan merasa puasa menyebabkan berkurangnya aktifitas fisik .
  6. Hilangkan kebiasaan makan makanan kecil , seperti kue kue atau makanan yang di goreng pada malam hari.

Terimakasih salam hangat dari kami.Xjodo.com